Kepala DP3AP2KB Provinsi Kepulauan Riau menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (FP3A) se-Sumatera menghasilkan komitmen rafflesia untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Kegiatan ini dilaksanakan Selasa 09 Juli 2019 di Ballroom Hotel Santika Kota Bengkulu.

Adapun maksud perjanjian kerja sama ini untuk mengatasi penyelesaian dan layanan kasus trafficking disuatu wilayah di Pulau Sumatera sehingga OPD yang membidangi P3A ini betul-betul menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam rangka lebih memberdayakan perempuan dan melindungi anak-anak tapi sebagai fasilitatornya. Bersama-sama dengan masyarakat maksud dan tujuan Kegiatan agar ini bisa terjadi, bahwa keberadaan perempuan ini betul-betul diberdayakan dan anak-anak itu juga harus dilindungi. Mari kita akhiri three ends, dengan ini peran OPD P3A benar-benar bisa dianggap sangat penting di mata masyarakat. Berikut 5 point komitmen seluruh peserta Rakor FP3A se-Sumatera diantaranya : 1. Bersinergi dengan Bappeda dan Kantor Staf Presiden untuk membangun aplikasi penyelenggaraan pengarusutamaan gender di Provinsi se-Wilayah Sumatera; 2. Mengurangi kesenjangan ekonomi perempuan dengan strategi pengarusutamaan gender dalam segala bidang pembangunan; 3. Membangun sistem pelayanan yang kooperatif dalam mengoptimalkan pelaksanaan pencegahan penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) antar provinsi se-Sumatera; 4. Merekomendasikan kepada Gubernur untuk membuat regulasi di daerah untuk membentuk satgas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) ditingkat desa dan kelurahan di wilayah kabupaten/kota yang dimana alokasi dana melalui APBD Desa; 5. Menyusun kebijakan dan melaksanakan strategi dalam rangka pencegahan perkawinan usia anak. XD