Kepala DP3AP2KB Provinsi Kepulauan Riau (Ibu Misni, SKM, MSi) menyampaikan dalam paparannya pada kegiatan Pencegahan kawin anak dan penguatan keluarga muda yang diadakan oleh Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, pada tanggal 20 maret 2018 di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang, bahwa upaya peningkatan Ketahanan Keluarga menjadi penting untuk dilaksanakan dalam rangka mengurangi atau mengatasi berbagai masalah yang menghambat pembangunan. Kondisi ketahanan keluarga menjadi gambaran keadaan pembangunan sosial. Berbagai macam penyebab terjadinya masalah didalam keluarga dapat menyebabkan lemahnya ikatan/ketahanan keluarga. Ketika keluarga dalam posisi lemah maka akan terjadi hambatan terhadap pemenuhan hak dasar anak.

Hambatan inilah yang memicu terjadinya kekerasan terhadap anak, kenakalan remaja, pernikahan usia anak, kasus anak berhadapan dengan hukum dan lain sebagainya. Pada tahun 2017 terdapat 37 kasus pernikahan usia anak. Adapun dampak dari pernikahan usia anak antara lain, dari segi kesehatan, istri rentan menjadi korban perceraian sepihak, ketergantungan ekonomi dan KDRT dan akses pendidikan formal terputus. Berbagai kebijakan program telah dilakukan dan terus dilakukan untuk mewujudkan ketahanan keluarga, antara lain , Pengembangan Kota Layakl Anak, pembentukan PATBM di desa dan kelurahan, Forum Anak, Tribina : BKB, BKR/Genre, BKL, Penguatan Ekonomi Perempuan, Good Parenting, He for She / Three Ends, Cek Dare dan Pendampingan korban/rumah aman.