Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencanangkan Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi salah satu Kabupaten Layak Anak di Provinsi Kepri. Pemberian Predikat Kabupaten Layak Anak ini bertujuan untuk menekan kasus kekerasan anak di Provinsi Kepri, khususnya Kabupaten Kepulauan Anambas. Penyematan predikat tersebut secara resmi ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama antara Gubernur Kepulauan Riau dengan Bupati Kepulauan Anambas serta penandatanagan prasasti oleh Bupati Kepulauan Anambas disaksikan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendlaian Penduduk dan KB Provinsi Kepri di Tarempa.  Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana Kepri, menyampaikan, berdasarkan hasil penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak oleh kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI tahun 2017, Kabupaten Kepulauan Anambas belum mendapat nilai yang minimal 44,5 dan minimal 500. Oleh karena itu, Kementerian meminta Pemerintah Provinsi Kepri untuk memfasilitasi Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi Kabupaten Layak Anak. Kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2017 terjadi kekerasan sebanyak 248 kasus. Sementara Kabupaten Kepulauan Anambas termasuk salah satu daerah di Kepri yang memiliki jumlah kasus tertinggi. Meliputi pelecehan seksual, pencurian, kekerasan fisik dan penelantaran. Untuk itu, dengan pencanangan Kabupaten Kepulauan Anambas sebagai Kabupaten Layak Anak ini, dapat mewujudkan Provinsi Kepri Layak Anak. Gubernur Kepri Nurdin Basirun, mengharapkan agar tindakan kekerasan terhadap anak-anak di Provinsi Kepri, menurun. Dikatakannya, meskipun mereka 30 persen dari populasi, namun anak-anak merupakan 100 persen generasi penerus bangsa. "Anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dijaga, jangan malah menjadi objek kekerasan.