Kegiatan Pelatihan Enterpreneurship Bagi Pelaku Usaha Perempuan di Daik Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau yaitu kegiatan Tata Boga terhitung dari tanggal 20 sd 21 Agustus 2019 bertempat di Gedung Lembaga Adat Melayu.Kegiatan Pelatihan Enterprenuership Bagi Pelaku Usaha Perempuan yang dihadiri sebanyak 150 orang yang terdiri dari Organisasi wanita seperti BKMT, GOW, IWAPI dan Ibu Ibu Rumah Tangga di Daik Kabupaten Lingga Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepulauan Riau yang diwakili oleh Ibu Sandrawati Kepala Bidang PKHP dan didampingi Anggota Dewan Provinsi Kepulauan Riau Bapak H. Hanafi Ekraf

Kegiatan Pelatihan Enterprenuership Bagi Pelaku Usaha Perempuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan perekonomian perempuan di Provinsi Kepri secara khusus, dan di Indonesia secara umum. Kegiatan ini bertujuan untuk Meningkatkan keterampilan perempuan di Provinsi Kepulauan Riau dan dapat mengembangkan potensi diri yang dimiliki oleh kaum perempuan pada khususnya di Provinsi Kepri. Dan mendorong peran perempuan dalam pembangunan melalui peningkatan kontribusi perempuan bidang ekonomi dengan melibatkan perempuan pelaku usaha mikro kecil di Provinsi Kepulauan Riau

Adapun Narasumber pada kegiatan ini yaitu dari Kartika Kusumastuti Direktur Citra Sari dan LKP Brilliant College Indonesia Ibu Warlina,S.Pd. Pada sambutan dari DP3Ap2KB beliau mengharapkan pelatihan ini dapat bermanfaat bagi peserta yang mengikuti pelatihan tata boga untuk dapat mengembangkan penghasilan keluarga serta Kaum perempuan harus mampu tampil sebagai sosok pengusaha yang profesional, pekerja keras, handal dan mandiri. Selain itu, ia juga harus mampu menangkap peluang bisnis, berciri khas dan menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi. Partisipasi perempuan di bidang ekonomi sesungguhnya dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan dan pemberdayaan perempuan di suatu daerah. Di Provinsi Kepri penduduk perempuan terbanyak berada pada usia produktif (15-64 tahun) sebesar 67,11 % (BPS 2016). Dari seluruh angkatan kerja perempuan di Provinsi Kepri, hanya 39% yang bekerja, 6,41%pengangguran terbuka, 10,21% masih bersekolah % pengangguran terbuka dan 45,72% mengurus rumah tangga. Tingkat Partisipasi angkatan Kerja (TPAK) perempuan tahun 2015 hanya sebesar 42,48 % sedangkan laki laki sebesar 86,63%, Angkatan Kerja perempuan yang bekerja mayoritas adalah mereka dengan tingkat pendididkan SMA ke atas, sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat pendidikan perempuan yang rendah adalah penyumbang terbesar rendahnya tingkat pendapatan perempuan di Kepri. Terdapat 45,72 % ( 440.921jiwa) perempuan pengurus rumah tangga yang tidak termasuk sebagai angkatan kerja, sehingga mereka dianggap tidak produktif secara ekonomi ( economically inactive). Kelompok perempuan pengurus rumah tangga ( Ibu Rumah tangga) ini sesungguhnya mempunyai potensi dalam meningkatkan kontribusi perempuan dalam pendapatan , memperkecil kesenjangan ekonomi Maksud Kegiatan adalah untuk meningkatkan kontribusi perempuan dalam pendapatan di Provinsi Kepulauan Riau. Tujuan Kegiatan adalah: memberikan keterampilan hidup (life skill) bagi perempuan di Provinsi Kepulauan Riau untuk mendorong bertumbuhnya industry berbasis rumahan _ Wan Eka _